Lama ku rasa sepinya hati tanpa dirimu
Lama terasa rindu yang dalam menyiksa jiwaku
Lamanya daku kian menahan resah gelisah
Yang selama ini selalu saja datang menggoda
Dua purnama tanpa terasa berlalu sudah
Namun tiada pernah ku dengar kabarmu oh sayang
Mungkin dirimu telah bersama dengan yang lain
Hingga diriku begitu saja engkau lupakan
Lama terasa rindu yang dalam menyiksa jiwaku
Lamanya daku kian menahan resah gelisah
Yang selama ini selalu saja datang menggoda
Dua purnama tanpa terasa berlalu sudah
Namun tiada pernah ku dengar kabarmu oh sayang
Mungkin dirimu telah bersama dengan yang lain
Hingga diriku begitu saja engkau lupakan
[
Dimana lagi, kemana lagi harus ku cari
Tempat untuk bertanya
Anginpun tiada, burungpun tiada
Semua tiada bawa berita
Kalau begini, terus begini
Aku tak tahu bagaimanakah lagi
Biarlah semua akan ku pasrahkan pada yang Illahi
Dimana lagi, kemana lagi harus ku cari
Tempat untuk bertanya
Anginpun tiada, burungpun tiada
Semua tiada bawa berita
Kalau begini, terus begini
Aku tak tahu bagaimanakah lagi
Biarlah semua akan ku pasrahkan pada yang Illahi
Dua purnama tanpa terasa berlalu sudah
Namun tiada pernah ku dengar kabarmu oh sayang
Mungkin dirimu telah bersama dengan yang lain
Hingga diriku begitu saja engkau lupakan
Dimana lagi, kemana lagi harus ku cari
Tempat untuk bertanya
Anginpun tiada, burungpun tiada
Semua tiada bawa berita
Kalau begini, terus begini
Aku tak tahu bagaimanakah lagi
Biarlah semua akan ku pasrahkan pada yang Illahi
Kalau begini, terus begini
Aku tak tahu bagaimanakah lagi
Biarlah semua akan ku pasrahkan pada yang Illahi
Biarlah semua akan ku pasrahkan pada yang Illahi
Hey mengapa hujan turun lagi
Sedang hari indah begini
Hey mengapa burung tak bernyanyi
Indah yang tercipta
Kini hilang sudah engkau berdusta
Memang aku bunga
Yang sedang bersemi
Tapi bukan bunga sedap malam
Sedang hari indah begini
Hey mengapa burung tak bernyanyi
Indah yang tercipta
Kini hilang sudah engkau berdusta
Memang aku bunga
Yang sedang bersemi
Tapi bukan bunga sedap malam
Cinta yang kau beri di hatiku sayang
Bukan cinta suci yang sejati
Bunga yang ku tanam dihatimu sayang
Bukan bunga hanya untuk dipetik layu
Bukannya bunga petik layu
Bukannya bunga harum layu
Bukannya bunga sedap malam
Hey mengapa engkau datang lagi
Sedangkan hati benci begini
Hey pergilah jangan kau kembali
Hati lama ini tak mungkin percaya padamu lagi
Memang aku bunga
Yang sedang bersemi
Tapi bukan bunga sedap malam
Cinta yang kau beri di hatiku sayang
Bukan cinta suci yang sejati
Bunga yang ku tanam dihatimu sayang
Bukan bunga hanya untuk dipetik layu
Bukannya bunga petik layu
Bukannya bunga harum layu
Bukannya bunga sedap malam
Masihkah kau ingat, sayang
Gadis yang pernah kau, sayang
Dia menunggumu, sayang Cintanya
Kau berikan dia janjiKau berikan dia cinta
Yang indah
Kau nyanyikan lagu, sayang
Tentang rembulan yang indah
Semua lagu-lagu indah Darimu
Kau berikan dia mimpi
Kau berikan dia senyum Yang indah..
Jangan jangan kau sakiti hatinya
Jangan lagi.. sayang..
Jangan jangan kau hancurkan cintanya
Jangan lagi.. sayang..
Sedangkan bunga tak ingin layu
Sedangkan hujan bernyanyi merdu
Jangan jangan lagi
Kau redupkan cinta yang indah ini
Jangan kau bersedih sayang
Esok kan berganti sayang
Masih ada lagi sayang Baginya..
Kau nyanyikan lagu, sayang
Tentang rembulan yang indah
Semua lagu-lagu indah Darimu
Kau berikan dia mimpi
Kau berikan dia senyum Yang indah..
Jangan jangan kau sakiti hatinya
Jangan lagi.. sayang..
Jangan jangan kau hancurkan cintanya
Jangan lagi.. sayang..
Sedangkan bunga tak ingin layu
Sedangkan hujan bernyanyi merdu
Jangan jangan lagi
Kau redupkan cinta yang indah ini
Gadis yang pernah kau, sayang
Dia menunggumu, sayang Cintanya
Kau berikan dia janjiKau berikan dia cinta
Yang indah
Kau nyanyikan lagu, sayang
Tentang rembulan yang indah
Semua lagu-lagu indah Darimu
Kau berikan dia mimpi
Kau berikan dia senyum Yang indah..
Jangan jangan kau sakiti hatinya
Jangan lagi.. sayang..
Jangan jangan kau hancurkan cintanya
Jangan lagi.. sayang..
Sedangkan bunga tak ingin layu
Sedangkan hujan bernyanyi merdu
Jangan jangan lagi
Kau redupkan cinta yang indah ini
Jangan kau bersedih sayang
Esok kan berganti sayang
Masih ada lagi sayang Baginya..
Kau nyanyikan lagu, sayang
Tentang rembulan yang indah
Semua lagu-lagu indah Darimu
Kau berikan dia mimpi
Kau berikan dia senyum Yang indah..
Jangan jangan kau sakiti hatinya
Jangan lagi.. sayang..
Jangan jangan kau hancurkan cintanya
Jangan lagi.. sayang..
Sedangkan bunga tak ingin layu
Sedangkan hujan bernyanyi merdu
Jangan jangan lagi
Kau redupkan cinta yang indah ini
Sunyinya malam ini
Sepi tiada berbintang
Ku dengar sayup-sayup
Engkau memanggil namaku
Sepi tiada berbintang
Ku dengar sayup-sayup
Engkau memanggil namaku
Jauhnya kini kau dariku
Entah kapan kita bertemu
Nasibmu dan nasibku begini Biarlah..
Ku tahu engkau
Masih sayang pada diriku
Kaupun tahu aku
Sayang hanya padamu
Walau kita tak mungkin bersatu
Biarlah saling bercumbu
Nasibmu dan nasibku begini Biarlah..
Kau tanya rembulan Apa kata hatiku
Kau tanyalah sang bintang Rindunya hati..
Walau langit takkan runtuh sayang
Walau bumi jadi dua sayang
Hatiku dan hatimu tak mungkin Berpisah..
Siang itu surya berapi sinarnya
Tiba-tiba redup langit kelam
Hati yang bahagia terhempas seketika
Malapetaka seakan berlinang
Tiba-tiba redup langit kelam
Hati yang bahagia terhempas seketika
Malapetaka seakan berlinang
Berita menggelegar aku terima
Kekasih berpulang tuk selamanya
Hancur luluh rasa jiwa dan raga
Tak percaya tapi nyata
Aku bersimpuh di sisi jasad membeku
Doa tulus dan air mata
S’gala dosaku mohonkan ampunanNya
Seakan terjawab dan Kau terima
Kapanlah lagi kita kan bercanda
Kapan lagi bermanja
Kapanlah lagi nyanyi bersama lagi
Kapan oh kapan lagi..
Tiada hari seindah dahulu lagi
Tiada mungkin kembali
Tiada nama seharum namamu lagi
Tiada, tiada ‘Bing’ lagi
Di dalam hatiku menangis
Bila ku mengenang dirimu sayang
Kini jauh sudah harapan hati
Selama ini ku rindu
Bila ku mengenang dirimu sayang
Kini jauh sudah harapan hati
Selama ini ku rindu
Tiada belai kasih sayangmu
Tiada senyum yang manis lagi
Berat masalah hatiku kini
Tanpa dirimu di sisiku
Tiada senyum yang manis lagi
Berat masalah hatiku kini
Tanpa dirimu di sisiku
Kini ku mengenang dirimu
Aku gelisah selalu
Jangan kau lupakan diriku
Berita ku harap darimu
Aku gelisah selalu
Jangan kau lupakan diriku
Berita ku harap darimu
Tiada belai kasih sayangmu
Tiada senyum yang manis lagi
Berat masalah hatiku kini
Tanpa dirimu di sisiku
Tiada senyum yang manis lagi
Berat masalah hatiku kini
Tanpa dirimu di sisiku
Kini ku mengenang dirimu
Aku gelisah selalu
Jangan kau lupakan diriku
Berita ku harap darimu
Aku gelisah selalu
Jangan kau lupakan diriku
Berita ku harap darimu
Di lembah yang berlumpur dan bernoda
Di sanalah kini engkau berada
Mengapa oh mengapa Aku tak percaya
Di sanalah kini engkau berada
Mengapa oh mengapa Aku tak percaya
Dulu pernah ku mengagumimu
Sekarang pun tetap mengharapkanmu
Mengapa oh mengapa Tak perlu bertanya
Andaikan mungkin
Ingin aku mengajak kau kembali
Seperti waktu itu
Tinggalkan saja
Dan lupakan semua yang terjadi
Anggaplah angin lalu..
Sampai kapankah kau terus begini
Mungkinkah lagu ini terus begini
Mengapa oh mengapa Aku tak percaya
Andaikan mungkin
Ingin aku mengajak kau kembali
Seperti waktu itu Tinggalkan saja
Dan lupakan semua yang terjadi
Anggaplah angin lalu..
Sekuntum bunga indah yang sedang mekar
Selalu merindukan sinar surya
Selalu merindukan jatuhnya embun
Sepertiku yang selalu menunggumu
Selalu merindukan sinar surya
Selalu merindukan jatuhnya embun
Sepertiku yang selalu menunggumu
Tanpamu apa artinya Tanpamu serasa hampa
Gairah hidup kan musnah Selamanya
Denganmu aku merasa
Denganmu pasti kan nyata
Impian hidup bahagia Terbayang nyata
Bila ku sedang pilu kau menghiburku
Kau buat aku tersenyum kembali
Bila ku ingin manja engkau segera
Membelaiku dengan cinta dan kasihmu
Tanpamu apa artinya Tanpamu serasa hampa
Gairah hidup kan musnah Selamanya
Denganmu aku merasa
Denganmu pasti kan nyata
Impian hidup bahagia Terbayang nyata
Memang lidah tak bertulang
Tak terbatas kata-kata
Tinggi gunung s’ribu janji
Lain di bibir lain di hati
Tak terbatas kata-kata
Tinggi gunung s’ribu janji
Lain di bibir lain di hati
Aku pergi takkan lama
Hanya satu hari saja
S’ribu tahun tak lama
Hanya sekejap saja
Kita kan berjumpa pulang
Hanya satu hari saja
S’ribu tahun tak lama
Hanya sekejap saja
Kita kan berjumpa pulang
Memang lidah tak bertulang
Tak terbatas kata-kata
Tinggi gunung s’ribu janji
Lain di bibir lain di hati
Tak terbatas kata-kata
Tinggi gunung s’ribu janji
Lain di bibir lain di hati
Aku pergi takkan lama
Hanya satu hari saja
S’ribu tahun tak lama
Hanya sekejap saja
Kita kan berjumpa pulang..
Hanya satu hari saja
S’ribu tahun tak lama
Hanya sekejap saja
Kita kan berjumpa pulang..
Angin Malam
oleh: Broery Marantika
Berhembus angin malam
Mencengkam menghempas
Membelai wajah ayu
Itulah kenangan yang terakhir darimu
Kudekati dirimu kau diam
Tersungging senyuman di bibirmu
Itulah senyuman yang terakhir darimu
Seiring gemuruh angin
Meniup daun-daun
Alam yang jadi saksi
Kau serahkan jiwa raga
Angin tetap berhembus
Tak henti
Walaupun sampai akhir hayatku
Tapi tak lagi kau berada di sisiku
Oh... angin malam bawalah daku
Kepadanya... oh... oh...
Mencengkam menghempas
Membelai wajah ayu
Itulah kenangan yang terakhir darimu
Kudekati dirimu kau diam
Tersungging senyuman di bibirmu
Itulah senyuman yang terakhir darimu
Seiring gemuruh angin
Meniup daun-daun
Alam yang jadi saksi
Kau serahkan jiwa raga
Angin tetap berhembus
Tak henti
Walaupun sampai akhir hayatku
Tapi tak lagi kau berada di sisiku
Oh... angin malam bawalah daku
Kepadanya... oh... oh...
AYAH.. Broery Marantika
Dimana….akan ku cari
Aku menangis seorang diri
Hatiku ingin slalu bertemu
Untukmu aku bernyanyi
Untuk ayah tercinta, aku ingin bernyanyi
Walau air mata di pipiku….
Ayah dengarkanlah, aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam mimpi…..
Lihatlah… hari berganti
Namun tiada seindah dahulu
Datanglah aku ingin bertemu
Untukmu aku bernyanyi
Untuk ayah tercinta, aku ingin bernyanyi
Walau air mata di pipiku….
Ayah dengarkanlah, aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam mimpi…..
Datanglah aku ingin bertemu
Untukmu aku bernyanyi
Untuk ayah tercinta, aku ingin bernyanyi
Walau air mata di pipiku….
Ayah dengarkanlah, aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam mimpi…..
Aku menangis seorang diri
Hatiku ingin slalu bertemu
Untukmu aku bernyanyi
Untuk ayah tercinta, aku ingin bernyanyi
Walau air mata di pipiku….
Ayah dengarkanlah, aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam mimpi…..
Lihatlah… hari berganti
Namun tiada seindah dahulu
Datanglah aku ingin bertemu
Untukmu aku bernyanyi
Untuk ayah tercinta, aku ingin bernyanyi
Walau air mata di pipiku….
Ayah dengarkanlah, aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam mimpi…..
Datanglah aku ingin bertemu
Untukmu aku bernyanyi
Untuk ayah tercinta, aku ingin bernyanyi
Walau air mata di pipiku….
Ayah dengarkanlah, aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam mimpi…..
Bila Bulan Bicara
oleh: Broery Marantika
Bulan sabit
Yang jatuh dipelataran
Bintang redup
Tanpa cahaya gemintang
Langkah tanpa arah
Sesat di jalan yang terang
Aku yang terlena dibuai pelukan dosa
Chorus:
Ingin pulang membalut luka hatimu
Ku pun tahu betapa pedih batinmu
Beri kesempatan atau jatuhkan hukuman
Andai maaf pun tak kau berikan
Air mata tulus jatuh di sudut bibir mu
Tak terlintas dendam di bening mata indah mu
Aku yang merasa sangat berdosa pada mu
Masih pantaskah mendampingi mu
Reff :
Biarlah bulan bicara sendiri
Biarlah bintang kan menjadi saksi
Takkan kuulangi walau sampai akhir nanti
Cukup derita sampai disini
Yang jatuh dipelataran
Bintang redup
Tanpa cahaya gemintang
Langkah tanpa arah
Sesat di jalan yang terang
Aku yang terlena dibuai pelukan dosa
Chorus:
Ingin pulang membalut luka hatimu
Ku pun tahu betapa pedih batinmu
Beri kesempatan atau jatuhkan hukuman
Andai maaf pun tak kau berikan
Air mata tulus jatuh di sudut bibir mu
Tak terlintas dendam di bening mata indah mu
Aku yang merasa sangat berdosa pada mu
Masih pantaskah mendampingi mu
Reff :
Biarlah bulan bicara sendiri
Biarlah bintang kan menjadi saksi
Takkan kuulangi walau sampai akhir nanti
Cukup derita sampai disini
|
Cinta
oleh: Broery Marantika
ke gurun engkau ikut
ke kutub engkau turut bersama sehidup semati demikian kau ucapkan janji menangis kita berdua tertawa bersama... tapi kini apa terjadi segalanya kau tak perduli lagi yang lebih menghancurkan kalbu kau bercumbu di depanku oh, Tuhan tunjukkanlah dosa dan SALAHKU mudahnya dia buat janji semudah ia ingkar janji alangkah kejamnya cinta alangkah pedihnya... ooh, kejam... ooh, pedih cinta oh cinta... ooh, kejam
ooh, pedih cinta oh cinta
|
Kharisma Cinta
oleh: Broery Marantika
Cinta... kini kau datang jua
melanda dua insane dirimu...diriku
cinta... sungguh indah c'ritamu
dunia terasa hampa bila kau tiada
hati-hati cinta
juga bisa membawa duka...
batas lingkaran yang slalu
bisa membawa suka...
demi dikau... yang kusayang
demi kasih ... yang kudamba selalu
sayang...
tiada seindah kasih sayang
cinta suci lagusyahdu merdu
tiada seindah kharismanya
pabila kau tahu cinta itu suci
melanda dua insane dirimu...diriku
cinta... sungguh indah c'ritamu
dunia terasa hampa bila kau tiada
hati-hati cinta
juga bisa membawa duka...
batas lingkaran yang slalu
bisa membawa suka...
demi dikau... yang kusayang
demi kasih ... yang kudamba selalu
sayang...
tiada seindah kasih sayang
cinta suci lagusyahdu merdu
tiada seindah kharismanya
pabila kau tahu cinta itu suci
Kini Baru Kau Rasa
oleh: Broery Marantika
kau anggap cinta hanya sandiwara
hanya tawa dan canda hanya pelipur lara
nanti juga kan sirna
kini kau rasa pahit getirnya cinta
mengapa kau lepaskan kini jadi sesalan
kasih entah dimana
kini kau selusuri jalan-jalan memorie
kau harapkan bertemu kekasih yang kau rindu
tiada bisa kau lupa wajah dan senyumannya
s'makin lama kau coba melupakan dirinya
s'makin dalam kau rasa
hanya tawa dan canda hanya pelipur lara
nanti juga kan sirna
kini kau rasa pahit getirnya cinta
mengapa kau lepaskan kini jadi sesalan
kasih entah dimana
kini kau selusuri jalan-jalan memorie
kau harapkan bertemu kekasih yang kau rindu
tiada bisa kau lupa wajah dan senyumannya
s'makin lama kau coba melupakan dirinya
s'makin dalam kau rasa
bukit berbunga endefooT berdua
kau selalu kesana seakan dia disana
menantikan dirimu
terbayang-bayang manis dalam kenangan
kini baru kau rasa kasih tiada duanya
cinta tiada taranya
s'makin lama kau coba
melupakan dirinya
s'makin dalam kau rasa....
Kucari Jalan Terbaik
oleh: Broery Marantika
Sepanjang kita masih
terus begini
takkan pernah ada damai
bersenandung
kemesraan antara kita berdua
sesungguhnya keterpaksaan saja
senyum dan tawa hanya
sekedar saja
sebagai pelengkap
sandiwara
berawal dari manisnya
kasih sayang
terlanjur kita hanyut
dan terbuai
kucoba bertahan
mendampingi dirimu
walau kadang kala
tak seiring jalan
kucari dan selalu kucari
jalan terbaik
agar tiada penyesalan
dan air mata
terus begini
takkan pernah ada damai
bersenandung
kemesraan antara kita berdua
sesungguhnya keterpaksaan saja
senyum dan tawa hanya
sekedar saja
sebagai pelengkap
sandiwara
berawal dari manisnya
kasih sayang
terlanjur kita hanyut
dan terbuai
kucoba bertahan
mendampingi dirimu
walau kadang kala
tak seiring jalan
kucari dan selalu kucari
jalan terbaik
agar tiada penyesalan
dan air mata
Gubahanku
oleh: Broery Marantika
Ku tuliskan lagu ini
Ku persembahkan pada mu
Walau tiada indah
Syair lagu yang ku gubah
Kuingatkan kepada mu
Akan janji mu pada ku
Hanyalah satu pinta ku
Janganlah kau lupakan daku
Walau apa yang terjadi
Tabahkan hati mu selalu
Jangan sampai kau tergoda
Mulut manis nan berbisa
Bertahun kita berpisah
Sewindu terasa sudah
Duhai gadis pujaan ku
Cinta ku hanya pada mu
Ku persembahkan pada mu
Walau tiada indah
Syair lagu yang ku gubah
Kuingatkan kepada mu
Akan janji mu pada ku
Hanyalah satu pinta ku
Janganlah kau lupakan daku
Walau apa yang terjadi
Tabahkan hati mu selalu
Jangan sampai kau tergoda
Mulut manis nan berbisa
Bertahun kita berpisah
Sewindu terasa sudah
Duhai gadis pujaan ku
Cinta ku hanya pada mu
Pengertian
oleh: Broery Marantika
Jiwa ku kini Oh sebagai burung hai
Mata terlepas Badan terkurung
Di sangkar emas Tapi aku tak bebas
Ingin ku lepas Ke alam luas
Betapa bahagia Kini ku dapat
Merasakan nikmat Alam semesta
Cukuplah rasanya Semua derita
Keperlaraskan dalam Segala duka
Kini masanya Aku hidup bebas
Mata terlepas Badan terkurung
Di sangkar emas Tapi aku tak bebas
Ingin ku lepas Ke alam luas
Betapa bahagia Kini ku dapat
Merasakan nikmat Alam semesta
Cukuplah rasanya Semua derita
Keperlaraskan dalam Segala duka
Kini masanya Aku hidup bebas
Ingin hati ku oh Mencurahkan rasa
Kepada orang Yang mengerti jiwa
Jiwa ku kini Bagai hamba seni hai
Semoga kawan ku Dapat mengerti
Pergi Untuk Kembali
oleh: Broery Marantika
Walaupun langit pada malam itu
Bermandikan cahaya bintang
Bulan pun bersinar, betapa indahnya
Namun menambah kepedihan
Ku akan pergi meninggalkan dirimu
Menyusuri liku hidupku
Janganlah kau bimbang dan jangan kau ragu
Berikanlah senyuman padaku....
Selamat tinggal kasih sampai kita jumpa lagi
Aku pergi tak kan lama
Hanya sekejab saja ku akan kembali lagi
Asalkan engkau tetap menanti...
Bermandikan cahaya bintang
Bulan pun bersinar, betapa indahnya
Namun menambah kepedihan
Ku akan pergi meninggalkan dirimu
Menyusuri liku hidupku
Janganlah kau bimbang dan jangan kau ragu
Berikanlah senyuman padaku....
Selamat tinggal kasih sampai kita jumpa lagi
Aku pergi tak kan lama
Hanya sekejab saja ku akan kembali lagi
Asalkan engkau tetap menanti...
Sayang Bilang Sayang
oleh: Broery Marantika
Sayang bilang saying jangan kau malu
diri ini ingin kau jawab sejujurnya...
apapun yang kau katakan ooh...aku terima
bila...bila kumenunggu
cinta bilang cinta jangan kau ragu
hati ini tak sabar...
tak sabar... menunggumu
berjuta bintang disana
mmm....tak kan kuhiraukan
ooh... bila...bila rinduku
mungkinkah engkau dan aku
akan...bersatu
sedangkan antara kita
ooh...saling berbeda
ooh...jangan jangan katakan
ooh... jangan janganlah sayang
rindu hati ini aduh...aduh
tak tahan lagi...
diri ini ingin kau jawab sejujurnya...
apapun yang kau katakan ooh...aku terima
bila...bila kumenunggu
cinta bilang cinta jangan kau ragu
hati ini tak sabar...
tak sabar... menunggumu
berjuta bintang disana
mmm....tak kan kuhiraukan
ooh... bila...bila rinduku
mungkinkah engkau dan aku
akan...bersatu
sedangkan antara kita
ooh...saling berbeda
ooh...jangan jangan katakan
ooh... jangan janganlah sayang
rindu hati ini aduh...aduh
tak tahan lagi...
Sepanjang Jalan
Kenangan oleh: Broery Marantika
Sengaja aku datang ke kotamu
Lama nian tidak bertemu
Ingin diriku mengulang kembali
Berjalan jalan bagai tahun lalu
Walau diriku kini tlah berdua
Dirimupun tiada berbeda
Namun kenangan spanjang jalan itu
Tak mungkin lepas dari ingatanku
Sepanjang jalan kenangan
Kita slalu bergandeng tangan
Sepanjang jalan kenangan
Kau peluk diriku mesra
Hujan yang rintik rintik
Di awal bulan itu
Menambah nikmatnya malam syahdu
Lama nian tidak bertemu
Ingin diriku mengulang kembali
Berjalan jalan bagai tahun lalu
Walau diriku kini tlah berdua
Dirimupun tiada berbeda
Namun kenangan spanjang jalan itu
Tak mungkin lepas dari ingatanku
Sepanjang jalan kenangan
Kita slalu bergandeng tangan
Sepanjang jalan kenangan
Kau peluk diriku mesra
Hujan yang rintik rintik
Di awal bulan itu
Menambah nikmatnya malam syahdu
Widuri
oleh: Broery Marantika
Di suatu senja Di musim yang lalu
Ketika itu hujan rintik Terpukau aku
Menatap wajahmu
Di remang cahaya sinar pelangi
Lalu engkau tersenyum Ku menyesali diri
Tak tahu apakah erti senyummu
Dengan mengusap titik airmata
Engkau bisikkan deritamu
Tersentuh hati dalam keharuan
Setelah tahu apa yang terjadi
Sekian lamanya engkau
Hidup seorang diri
Ku ingin membalut luka hatimu
Widuri
Ketika itu hujan rintik Terpukau aku
Menatap wajahmu
Di remang cahaya sinar pelangi
Lalu engkau tersenyum Ku menyesali diri
Tak tahu apakah erti senyummu
Dengan mengusap titik airmata
Engkau bisikkan deritamu
Tersentuh hati dalam keharuan
Setelah tahu apa yang terjadi
Sekian lamanya engkau
Hidup seorang diri
Ku ingin membalut luka hatimu
Widuri
Elok bagai rembulan... oh sayang
Widuri…. Indah bagai lukisan
Widuri…..Bukalah pintu hati untukku
Widuri…..Ku akan menyayangi
(Widuri oh widuri)
(Ku selalu menyayangi)
Widuri…. Indah bagai lukisan
Widuri…..Bukalah pintu hati untukku
Widuri…..Ku akan menyayangi
(Widuri oh widuri)
(Ku selalu menyayangi)
AKU TAK INGIN DIMADU (
NIA DANIATY )
IBU
MAAFKAN AKU
YANG
TAK PERNAH
BERSIMPUH
DI KAKIMU
AKU
ANAKMU YANG SATU
YANG
TAK PERNAH
MENDENGAR
NASIHATMU
*
IBU
BENAR KATAMU
AGAR
AKU JANGAN MEMILIH DIA
KINI
AKUPUN MENYADARI
DIA
YANG KUCINTA MENYIMPAN DUSTA
GAUN
BIRU PENGANTIN
UNTUK
APA DIA BERIKAN
CINCIN
EMAS PENGIKAT
UNTUK
APA DIA SELIPKAN
SEPATU
DARI KACA
UNTUK
APA DIA BELIKAN
BENCI
AKU DIA ADA YANG PUNYA
RANJANG
BIRU PENGANTIN
UNTUK
APA DIA PILIHKAN
BULAN
MADU KE BALI
UNTUK
APA DIA JANJIKAN
UANG
DISAMPUL MERAH
UNTUK
APA DIA TITIPKAN
BILA
HATIMU BERCABANG DUA
KEMBALI
KE *
BIAR KUCARI JALAN
HIDUPKU ( NIA DANIATY )
DARI
MANA KAU BANGUN RUMAH BERTINGKAT YANG MEGAH,
DARIMANA
KAU BELI MOBIL MEWAH,
KU
TAK INGIN KAU SELALU BERSANDIWARA,
LEBIH
BAIK KAU TERBUKA DAN HIDUP SEADANYA
*
DARIMANA
KAU DAPAT PERMATA BERLAPIS EMAS,
DARIMANA
KAU BAWA BAJU INDAH CINDERELLA,
BILA
SEMUANYA KAU HALALKAN SEGALA CARA,
LEBIH
BAIK KITA HIDUP DIDESA
**
BIAR
KU MAKAN HANYA SEHARI SEKALI,
BIAR
KU TIDUR BERKASUR KAIN JERAMI,
BIAR
KU HARUS BERTEDUH DIPINGGIR KALI,
ASAL
ENGKAUKAN SELALU MENEMANI .....,
BIAR
KUPAKAI PERHIASAN IMITASI,
BIAR
SETIAP HARI KU HARUS MENUMBUK PADI,
BIAR
DIRIMU HANYA SEORANG PETANI,
ASAL
ENGKAU SETIA SAMPAI MATI
KEMBALI KE
*,**
BUKALAH HATIMU ( NIA
DANIATY )
IBU
DAN BAPA DULU BERPESAN,
JANGAN
PERNAH KAU SISAKAN NASI,
MASIH
SERIBU TANGAN MEMINTA,
TIDAK
SEMUANYA SAMA NASI
*
BUKAKANLAH
JENDELA DAN PINTU
BILA
KAU LIHAT TERBIT MATAHARI,
BUKAKANLAH
PINTU HATIMU
BILA
KAU DENGAR SUARA YANG MERINTIH
**
AKU
INGIN BERTANYA AKU SIAPA YANG PUNYA,
TANGAN
INI MEMINTA TIADA YANG PERDULI,
AKU
TAK TAHU APA AYAH DAN IBU MENDENGARNYA,
AKUPUN
MERINDUKAN BELAS KASIH DARIMU
KAIN
YANG BEKAS JANGAN DIBUANG,
MASIH
BANYAK YANG TAK TAHAN DINGIN,
KALAU
SEBELAS KASIH DAN SAYANG,
KAN
SELUSIN YANG LELAH MENGHAMPIRI
KEMBALI
KE *,**
DIA SAHABAT KARIBKU(
NIA DANIATY )
TAK
SENGAJA AKU MELANGKAH DATANG KESINI,
TAK
SENGAJA AKU MELIHAT KAUPUN DISINI,
TERKEJUTNYA
AKU MELIHAT SIAPA DIA
BAGAI
PERNAH AKU MENGENAL RAUT WAJAHNYA,
SAKIT
HATIKU TAK TERPERIH MENGAPA ENGKAU BERDUSTA,
TAK
PERCAYA TAPI MATAKU MELIHAT
DIA
DIANA SAHABAT KARIBKU
DIA
DIANA SAKITNYA HATIKU,
SEMUA
TAHU ENGKAUPUN TAHU
DIA
SAHABATKU,
DIA
DIANA TEGANYA HATIMU
KEMBALI
KEATAS
0 Response to "BAG 6 LIRIK LAGU KENANGAN INDONESIA"
Posting Komentar