KOLEKSI LIRIK DANGDUT BAG 5

Biduan

Rita Sugiarto

Aku seorang biduan
Biduan dari Melayu
Tugasku menghibur Tuan
Agar gembira selalu
‘Tuk menghibur hati Tuan
Aku menyanyikan lagu
Jangan Tuan salah paham
Bukanlah aku merayu
Memang banyak orang tergila-gila
Kepada seorang biduanita
Bukan maksud aku untuk menggoda
Agar Tuan jadi tergila-gila
Jangan, jangan, jangan
Ya-ya, ya-ya, ya-ya

 

Dilarang Melarang

Rhoma Irama
Dilarang melarang kesenangan orang
Asal tak mengganggu lain orang
Dilarang melarang kemauan orang
Asal maunya yang tak terlarang
He...h
Kalau mau melarang
Lihatlah dulu apakah memang itu dilarang
Perbuatan terlarang
Itulah perbuatan yang harus kita larang
He-he
Kalau mau melarang
Lihatlah dulu apakah memang itu dilarang
Perbuatan terlarang
Itulah perbuatan yang harus kita larang


Cuma Kamu

Rhoma Irama/Rita Sugiarto

Wanita:
Cuma kamu sayangku di dunia ini
Cuma kamu cintaku di dunia ini
Pria:
Tanpa kamu sunyi kurasa dunia ini
Tanpa kamu hampa kurasa dunia ini
Duet:
Cuma kamu sayangku di dunia ini
Cuma kamu cintaku di dunia ini
Pria:
Tiada kalimat dapat melukiskan
Betapa cintaku kepada dirimu
Tiada ibarat sebagai umpama
Betapa sayangku kepada dirimu
Wanita:
Itu dapat kurasa dari belai tanganmu
Itu dapat kurasa dari pandang matamu


Musik

Aku mau bicara soal musik
Tentu bagi penggemar musik
Di mana-mana di atas dunia
Banyak orang bermain musik
Bermacam-macam itu jenis musik
Dari yang pop sampai klasik
Musik yang kami perdengarkan
Musik yang berirama Melayu
Siapa suka mari dengarkan
Yang tak suka [boleh berlalu | heh, minggir!]
Bagi pemusik yang anti-Melayu
Boleh benci jangan mengganggu
Biarkan kami mendendangkan lagu
Lagu kami lagu Melayu
Lain kepala lain pula
Kesenangannya pada musik
Dari itu mainlah musik
Asalkan jangan saling mengusik

 

 

Hitam

Rita Sugiarto

Hitam, kulitnya hitam
Tetapi putih isinya, itulah manggis namanya
Hitam, orangnya hitam
Tetapi manis senyumnya, itulah pilihan saya
Entah mengapa sebabnya
Warna hitam aku suka
Hingga benda yang kupunya
Banyak yang hitam warnanya

 

 

 

 

 





Lapar

Rhoma Irama

Dari batukah hatimu wahai para hartawan
Sampai hatimu membiarkan yang kelaparan
Oh, mungkin belum pernah kau merasakan
Pedihnya lapar
Oh, pasang telingamu coba dengarkan
Rintih yang lapar
Lapar, lapar, lapar, lapar
Oh, ulurkan tanganmu berilah ia orang yang lapar
Itu harta yang kaumiliki
Tidak akan kaubawa mati
Itu harta yang kaumiliki
Hanyalah titipan Ilahi
Mengapa begitu kikir hatimu ‘tuk memberi orang
Takut miskinkah dirimu bila sedekah pada orang
Oh, sisihkan rezekimu untuk dimakan
Orang yang lapar
Oh, tidakkah kaudengar jerit rintihan
Orang yang lapar
Lapar, lapar, lapar, lapar
Ulurkan tanganmu berilah ia orang yang lapar

Joget

Rhoma Irama/Rita Sugiarto

Joget, mari joget
Joget, mari joget
Joget, mari joget
Joget, mari joget
La-la-la-la-la la-la-la-la-la-la-la-la
Mari kita bersama-sama berjoget
Eh
Joget tidak dilarang, tak dilarang
Asalkan jarang-jarang
Tak perlu sering-sering, tidak perlu
Karena joget tak penting
Berjoget boleh saja, boleh saja
Asal sopan caranya
Gembira boleh saja, boleh saja
Asal tahu batasnya
Mari kita joget, mari kita joget
Mari kita joget, mari kita joget
Mari kita joget, mari kita joget
Mari kita joget, mari kita joget

 

Kunang-kunang

Rita Sugiarto
Cipt. Rhoma Irama

Kunang-kunang, tunjukkan aku jalan
‘Ku tersesat di tengah gelap malam
Oh, kunang-kunang, terangi jalan
Oh, kunang-kunang, ‘ku mau pulang
Kunang-kunang, tunjukkan aku jalan
‘Ku tersesat di tengah gelap malam
Kunang-kunang aduhai engkau datang
Kunang-kunang engkau membawa terang
Kunang-kunang kau menerangi jalan
Kunang-kunang hatiku sangat senang
Tiada terhingga terima kasihku kepadamu




Hak Asasi (Rhoma Irama )

Hormati hak asasi manusia
Karena itu fitrah manusia
Kita semua bebas memilih
Jalan hidup yang disukai
Tuhan pun tidak memaksakan
Apa yang hamba-Nya lakukan
Terapkan demokrasi Pancasila
Sebagai landasan negara kita
Janganlah suka memperkosa
Kebebasan warga negara
Karena itu bertentangan
Dengan perikemanusiaan
Kebebasan beragama (itu hak asasi)
Kebebasan berbicara (itu hak asasi)
Kita bebas untuk melalukan segala-galanya
Asal saja tidak bertentangan dengan Pancasila
Kebebasan berusaha (itu hak asasi)
Kebebasan ‘tuk berkarya (itu hak asasi)
Kita bebas untuk melalukan segala-galanya
Asal saja tidak bertentangan dengan Pancasila



Ingkar  (Rhoma Irama )

Capailah olehmu kejayaan dunia
Tuntutlah olehmu akan ilmu dunia
Tetapi satu hal janganlah engkau lupa
Tuntutlah olehmu akan ilmu agama
Supaya dirimu jadi bahagia
Di alam dunia dan di alam baka
Biasa manusia mudah menjadi ingkar
‘Pabila dirinya sudah merasa pintar
Katanya agama itu dongeng belaka
Kepada Tuhannya dia tidak percaya
Tunggu saja nanti apabila kau mati
Sungguh adzab Tuhan sangat menggilakan
Ha-ha-ha...
Ilmumu bagai setetes air di lautan
Kalau dibandingkan dengan kepandaian Tuhan
Coba kaubuka lebar-lebar matamu itu
Dan lihatlah betapa kebesaran Tuhanmu
Tidakkah kaulihat bagaimana langit ditinggikan
Gunung ditegakkan, dan bumi dihamparkan
Tidakkah kaulihat bagaimana air diturunkan
Pohon ditumbuhkan, dan alam ditundukkan

 

 

 

Mati Aku ( Rita Sugiarto )

Mati aku ayahku tahu
Aku sedang berjalan dengan pacarku
Mati aku ayahku tahu
Aku sedang berkencan dengan pacarku
Karena kata Ayah dia tidak bekerja
Sehingga ‘ku tak boleh berpacaran dengannya
Mati aku ayahku tahu
Aku sedang berjalan dengan pacarku
Mati aku ayahku tahu
Aku sedang berkencan dengan pacarku
Bagaimana caranya agar tak kena marah
Aku takut pulang ke rumah
Aku takut dipukul Ayah
Akhirnya aku tidur di bawah jendela

 



Percuma  ( Rita Sugiarto )

Percuma air kausiramkan
Percuma pupuk kautaburkan
Pada pohon bunga mati
Mati untuk selamanya
Percuma rayu kauucapkan
Percuma cumbu kaulakukan
Padaku yang patah hati
Pata hati selamanya
Kini aku tak mau lagi
Punya seorang kekasih
Aku tidak percaya lagi
Adanya cinta yang suci
Kini ‘ku baru tahu semua cinta palsu
Kini ‘ku tak peduli, cinta ‘ku tak peduli

Emansipasi Wanita? ( Rhoma Irama )

Wanita sekarang dalam perjuangan
Menyaingi pria di segala bidang
Di rumah, di kantor
Bahkan sampai ke jalan pemerintahan
Memang peranan wanita perlu di dalam pembangunan
Tapi peranan wanita jangan sampai keterlaluan
Kalau peranan wanita melanggar batasan fungsinya
Ini bencana
Wanita dan pria tak ‘kan pernah sama
Secara kodrati berbeda fungsinya
Jiwanya, badannya
Tuhan telah mengatur pembidangannya
Wanita ditakdirkan yang melahirkan
Bukankah ini bukti kelemahan
Wanita adalah ibu manusia
Janganlah bersikap seperti ayah
Lelaki adalah pemimpin wanita
Dalam tata kehidupan dunia
Begitulah ketetapan Sang Pencipta
Lalu kenapa kau coba merubah
Kalau aturan Tuhan sudah dirubah-rubah
Pasti ‘kan kaudapatkan segala kepincangan
Karena kaum wanita memenuhi kantoran
Akhirnya banyak pria menjadi pengangguran
Emansipasi wanita perlu di dalam pembangunan
Emansipasi wanita jangan sampai keterlaluan
Emansipasi wanita jangan melawan takdir Tuhan
Ini bencana
Majulah wanita, giatlah bekerja
Namun jangan lupa tugasmu utama
Apa pun dirimu
Namun kau adalah ibu rumah tangga
Wanita laksana tiangnya negara
Tanpa tiang coba Anda bayangkan
Kalau semua maju ke garis depan
Tentunya lemah di garis belakang
Kalau wanita juga sibuk bekerja
Rumah tangga kehilangan ratunya
Kalau wanita juga sibuk bekerja
Anak-anak kehilangan pembina
Bukan salah remaja kalau mereka binal
Bukan salah mereka kalau tidak bermoral
Bukan hanya makanan, bukan hanya pakaian
Yang lebih dibutuhkan cinta dan kasih sayang

Nasib Bunga ( Nurhalima )

Butir mutiara kata - Rangkaian rayuan cinta
Engkau taburkan - Engkau semaikan di badan jiwa
Setelah putik berbunga - Kelopak merekah indah
Engkau mereguk - Engkau mereguk madu bak buta
Setelah benih kautanam - Dan kini bertunas muda
Engkau biarkan - Kering merana mendamba cinta
Sampai hati kau merenggut bunga di jambangan
Lalu kaucampakkan dia dalam pelimbahan
Sungguh tak terpikulkan beban aib dan noda
Duka bertindih derita duhai nasib bunga
Masih adakah mentari nan cerah
Dosa dan dosa mengundang bencana
Apakah harus berputus asa
Iba dan belas kasihan - Hanya itulah harapan
Masih adakah - Agak secercah cinta tersisa

1001 Macam ( Rhoma irama )

Seribu satu macam itu bidang pekerjaan
Dari jadi pengamen sampai jadi seorang presiden
Seribu satu macam cara orang mencari makan
Dari menjual koran sampai menjual kehormatan
Ada cara yang halal, ada cara yang haram
Silakan mau pilih cara mana
Namun semua cara ada tanggung jawabnya
Di hadapan Tuhan dan manusia
Seribu satu macam itu bidang pekerjaan
Dari jadi pengamen sampai jadi seorang presiden
Seribu satu macam cara orang mencari makan
Dari menjual koran sampai menjual kehormatan
Banyak orang berkata - Dalam mencari nafkah
Cari yang haram saja sudah susah - Apalagi yang halal
(Jangan didengar
Jangan didengar itu sangat tidak benar
Hu, jangan didengar itu sangat tidak benar)
Banyak orang berkata - Yang jujur pasti hancur
Karena zaman ini sudah edan
Jujur tidak makan
(Zaman yang edan
Zaman yang edan kita jangan jadi syetan
Hu, zaman yang edan kita jangan jadi syetan)
Siapa meninggalkan yang haram
Karena takut kepada Tuhan
Pasti baginya ‘kan digantikan
Rizki yang halal dan digandakan
Insya Allah
Seribu satu macam







KUCING GARONG
Kelakuan si kucing garong
Ora kena ndeleng sing mlesnong
Main sikat main embat
Apa sing liwat
**
Kelakuan si kucing garong
Selalu ngulati sasaran
Asal ndeleng pepesan
Wajah bringasan
Iku contoe wang lanang
Sing sifate kaya kucing garong
Awas kudu ngati-ati
Yen kucing garong lagi beraksi
Sing dadi modal andalan
Kucingedenge duit atusan
Yen bli kuat nahan iman
Bisa-bisa jadi berantakan
Kembali ke **
Kembali ke awal
Kembali ke **

Pengamen Cinta

Wahai Gadis yang Manis
Maaf aku mengganggu
Sekalian merayu, mengharap lampu hijaumu

Aku ingin bernyanyi, menghibur hatimu yang sedih
Aku mengamen gratis, asal kau beri senyuman manis

Reff;
Akulah Pengamen Cinta
Yang mengamen mencari cinta
Jika kupetik gitar
mungkinkah hatimu kan tergetar

Hai Kawan yang dermawan
Maaf jika tak sopan
Kuhanya ingin berkenalan, untuk memperbanyak teman

Mungkin kau punya sodara perempuan yang perawan
Sudikah kau kenalkan, meskipun aku anak jalanan

Back to reff


Sekali Cinta Selamanya Cinta

Duhai Cinta...
Dengarkanlah kubernyanyi lagu cinta
Yang tercipta hanya untuk kau yang tercinta

Reff
Dulu aku jatuh Cinta
lalu makin cinta
kini masih cinta
Kelak kan tetap cinta
Meski kau tak cinta
kukan slalu cinta
selamanya cinta

*)kuharap cinta tak hanya cita
karena cinta adalah cinta/sekali cinta selamanya cinta

back to reff

Jangan katakan cinta bila memang tak cinta
karena bukanlah cinta iba pada pencinta
jangan pernah paksakan cinta
Bila memang tak pernah cinta
Biarku yang mencinta...

Dibalik Kerudung

Di balik kerudung, wajahmu bersembunyi
kau cantik alami, anugerah ilahi
tapi bukan karena itu aku cinta padamu
juga bukan karena itu aku sayang padamu
Kau hiasi diri dengan budi pekerti
kau hambakan diri kehadirat ilahi
itulah yang menyebabkan aku cinta padamu
itulah yang menyebabkan aku sayang padamu
Tiada lelaki yang membantah
kecantikan wajahmu
kelembutan sikapmu
keindahan senyummu
Tapi yang menyilaukan mata
sinar keimananmu
yang selalu kau pancarkan
dalam setiap langkah
gadis seperti kamu… yang aku dambakan


Galau
Artist: Cici Paramida

Dingin malam kian mencekam
Deas hujan bila kan reda
Hasrat menjerit, hasrat meronta
Didalam jiwa.....

Langkah hati seakan terpaku
Dengan derai air mata
Sepeti melati setangkai
Layu dan kering terkulai
Di jambangan cinta

Januari kelabu jadi kenangan biru
Buku harian biru
Bertulis dengan tinta air mata

Kasih panutan jiwa
Raib entah kemana
Membawa benang dusta
Meninggalkan gema kisah kasih cinta

Menabur suka menuai duka
Duka dalam cinta

Wulan Merindu
Artist: Cici Paramida


sunyi sepi malam, tanpa sinar bulan
sesepi diriku sendiri dalam penantian
Tak tahan rasanya gelora di jiwa ingin segera bertemu
Duhai kekasihku, duhai pujaanku
aku rindu kepadamu

sekian lamanya, kumemendam rasa
tak tertahan lagi, rasa gundah di dalam dada
teringat dirimu terbayang kau slalu setiap malam malam ku
datanglah sayangku hadirlah kekasihku
Wulan ini merindumu

Betapa indahnya, dunia terasa bila kau ada disisiku
Alangkah cantiknya seakan kurasa bagaikan ku di alam surga
bawalah diriku O sayang
kuingin selalu bersamamu
tak sanggup lagi diri ini
berpisah denganmu kasih

cintaku sayangku kasihku
kuserahkan hanya kepadamu
semoga Tuhan merestui
bahagia selamanya

berdua kita selamanya
bahagia selamanya


0 Response to "KOLEKSI LIRIK DANGDUT BAG 5"

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Most Popular