KOLEKSI LIRIK POP INDO BAG 2

BIRU -  Dian Pramana Putra


Tiada pernah aku bahagia
Sebahagia kini oh kasih
Sepertinya ‘ku bermimpi
Dan hampir tak percaya
Hadapi kenyataan ini

Belai manja serta kecup sayang
Kau curahkan penuh kepastian
Hingga mampu menghapuskan
Luka goresan cinta
Yang sekian lama sudah menyakitkan

Kau terangkan gelap mataku
Kau hilangkan resah hatiku
Kau hidupkan lagi cintaku
Yang t’lah beku dan membiru

Kini tetes air mata haru
Menghiasi janji yang terpadu
Tuhan jangan kau pisahkan
Apapun yang terjadi
‘Ku ingin s’lalu dekat kekasihku

MASIH ADA - Dian Pramana Putra


ada bayanganmu dimataku
yang selalu membuatku rindu
bagaimana caranya oh kasihku
kuingin jumpa dengan kamu
bagaimana caranya ??

aku yakin diantara kita
masih ada cinta yang membara
bagaimana caranya oh sayangku
kuingin juga kau mengerti
bagaimana caranya ??

haruskah kuteteskan air mata dipipi
haruskah kucurahkan segala rasa dihati
oh haruskah kau kupeluk dan tak kulepas lagi
agar tiada pernah ada kata berpisah ..

lupakanlah cerita kelabu
kita susun lagi langkah baru
bagaimana caranya oh cintaku
kuingin bahagia denganmu
bagaimana caranya

SEMUA JADI SATU -  Dian Pramana Putra


Cinta adalah kenangan
Rasanya tak mudah dilupakan
Cinta adalah kenangan
Indahnya tak mudah dibayangkan

Tangisan dan tawa serta
Riang canda
Berjuta benci juga rindu
Semua tumbuh jadi Satu
Khayalan yang nyata serta
Angan angan
Beruta mimpi dan harapan
Semua tumbuh jadi satu

Kan kuingat dan selalu kubawa
Bisikanmu oh kasihku
Cinta adalah kenangan
Terkadang di atas segalanya
Ye .. ye
Cinta adalah kenangan
Goresan dua hati yang kasmaran

Tangisan khayalan tangisan ....
Tertawa .. serta riang canda
Khayalan .. semua tumbuh jadi satu

BENCI TAPI RINDU - Diana Nasution


Bukan hanya sekedar penghibur
Diriku ini sayang
Bukan pula sekedar pelepas
Rindumu oh sayang
Sakit hatiku
Kau buat begini

Kau datang dan pergi
Sesuka hatimu
Oh... kejamnya dikau
Teganya dikau padaku

Kau pergi dan datang
Sesuka hatimu
Oh... sakitnya hati
Bencinya hati padamu

Sakitnya hati ini
Namun aku rindu
Bencinya hati ini
Tapi aku rindu

 APA SALAH DAN DOSAKU - D'lloyd


haruskah hidupku terus begini
dengan derita yang tiada akhir
kemanakah jalan
yang harus kutempuh
agar ku bahagia

(*)
oh...Tuhan berikan petunjukMu
untuk kujadikan pegangan
hidupku...
apakah salahku dan apa
dosaku...
sampai ku begini .....


aku tak sanggup lagi
menerima derita ini
aku tak sanggup lagi
menerima semuanya


kembali ke (*)

 CINTA HAMPA  - D'lloyd


Ibarat air di daun keladi
Walaupun tergenang tetapi tak meninggalkan bekas
Pabila tersentuh dahannya bergoyang
Air pun tertumpah tercurah habis tak tinggal lagi

Begitu juga cintamu padaku
Cinta hanya separuh hati kau lepas kembali
Nanti disuatu masa kau juga kan merasa
Betapa sakitnya hati kecewa kerana cinta

( korus )
Bila kau lihat
Pemuda yang lebih gaya
Cintamu pun segera
Berpindah kepadanya

Tapi biarlah kau cari yang lain
Kan kau buat sebagai korban cinta palsu hampa
Nanti disuatu masa kau juga kan merasa
Betapa sedihnya hati kecewa kerana cinta

KEAGUNGAN TUHAN  - D'lloyd


Insaflah wahai manusia
Jika diri mu bernoda
Dunia hanya naungan
'tuk makhluk ciptaan tuhan

Dengan tiada terduga
Dunia ini kan binasa
Kita kembali ke asalnya
Menghadap Tuhan Yang Esa

( korus )
Dialah Pengasih dan Penyayang
Kepada semua insan
Janganlah ragu atau bimbang
Pada Keagungan Tuhan
Betapa Maha Besarnya
Pencipta alam semesta

Siapa selalu berbakti
Mengabdi pada Ilahi
Kan sentosa selamanya
Di dunia dan akhir masa

 MENGAPA HARUS JUMPA  - D'lloyd


Mengapakah kita harus berjumpa
Dikala kau telah berdua
Berdosakah diriku kepadanya
Pabila aku mencintaimu

Namun kini apalah dayaku
Semua kini telah terjadi
Walaupun kau sayang kepadaku
Tak mungkin oh tak mungkin

Oh Tuhan yang Kuasa
Berilah petunjuk-Mu
Betapa pedih kurasakan
Kasihku tak sampai

Kembalilah kau ke-padanya sayang
Biarkanlah kini kusendiri
Doaku selalu menyertaimu
Semoga kau berdua bahagia

Kembali

Uuuh... uhhhh

 OH! TAK MUNGKIN  - D'lloyd


*
Oh tak mungkin tak mungkin aku kembali
Oh tak mungkin tak mungkin ku datang lagi
Cukup sudah kau menyakiti hatiku
Cukup sudah kau berdusta padaku

Jangan kau datang lagi
Jangan kau ingat lagi diriku ini
Tiada sakit hati tiada hati lagi
Walau kau sayang pada diriku

(ulang *)

Lalalala...lalalalala...lalalala

(ulang *)

Lalalala...lalalalala...lalalala

 AKU INGIN PULANG - Ebiet G. Ade


Kemanapun aku pergi
Bayang-bayangmu mengejar
Bersembunyi dimanapun
S'lalu engkau temukan
Aku merasa letih dan ingin sendiri
Kutanya pada siapa
Tak ada yang menjawab
Sebab semua peristiwa
Hanya di rongga dada
Pergulatan yang panjang dalam kesunyian
Aku mencari jawaban di laut
Kuseret langkah menyusuri pantai
Aku merasa mendengar suara
Menutupi jalan, menghentikan petualangan
Du du du du du du du
Kemanapun aku pergi
Selalu kubawa-bawa
Perasaan yang bersalah datang menghantuiku
Masih mungkinkah pintumu kubuka
Dengan kunci yang pernah kupatahkan
Lihatlah aku terkapar dan luka
Dengarkanlah jeritan dari dalam jiwa
Aku ingin pulang
Hu...
Aku harus pulang
Hu...
Aku ingin pulang
Aku harus pulang
Oho...
Aku harus pulang
Hu...
Aku ingin pulang

 BERITA KEPADA KAWAN  - Ebiet G. Ade


Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan
Sayang, engkau tak duduk di sampingku, kawan
Banyak cerita yang mestinya kau saksikan
di tanah kering berbatuan

ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho

Tubuhku terguncang di hempas batu jalanan
Hati tergetar menampak kering rerumputan
Perjalanan ini seperti jadi saksi
gembala kecil menangis sedih ho ho ho ho

Kawan coba dengar apa jawabnya
ketika ia kutanya "Mengapa?"
Bapak ibunya telah lama mati
ditelan bencana tanah ini

Sesampainya di laut kukabarkan semuanya
kepada karang, kepada ombak, kepada matahari
tetapi semua diam, tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit

Barangkali di sana ada jawabnya
mengapa di tanahku terjadi bencana
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang

ho ho ho
ho ho ho ho
ho ho ho ho
ho ho ho ho
ho ho ho ho ho ho ho
ho ho ho ho ho ho ho
ho ho ho ho ho ho ho

Kawan coba dengar apa jawabnya
ketika ia ku tanya "Mengapa?"
Bapak ibunya telah lama mati
ditelan bencana tanah ini

Sesampainya di laut kukabarkan semuanya
kepada karang, kepada ombak, kepada matahari
tetapi semua diam, tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit

Barangkali di sana ada jawabnya
mengapa di tanahku terjadi bencana
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang

ho ho ho
ho ho ho ho
ho ho ho
ho ho ho ho (ho...) ho ho ho (ho...)
ho ho ho ho ho ho ho
ho ho ho ho

MENJARING MATAHARI - Ebiet G. Ade


Kabut, sengajakah engkau mewakili pikiranku
pekat, katamu peralat menyelimuti matahari
aku dan semua yang ada di sekelilingku
merangkak menggapai dalam kelam

mendung, benarkah pertanda akan segera turun hujan
deras, agar semua basah yang ada di muka bumi
siramilah juga jiwa kami semua
yang tengah dirundung kehalauan

roda jaman menggilas kita
terseret tertatih-tatih
sungguh hidup sangat diburu
berpacu dengan waktu

tak ada yang dapat menolong
selain yang di sana
tak ada yang dapat membantu
selain yang di sana

dialah Tuhan
dialah Tuhan
oh, oh, oh Tuhan
hmm, hmm, hmm Tuhan

 UNTUK KITA RENUNGKAN  - Ebiet G. Ade


Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih
Suci lahir dan di dalam batin
Tengoklah ke dalam sebelum bicara
Singkirkan debu yang masih melekat
ho ho singkirkan debu yang masih melekat
Du du du du du du du du du ho
ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho

Anug'rah dan bencana adalah kehendakNya
Kita mesti tabah menjalani
Hanya cambuk kecil agar kita sadar
adalah Dia di atas segalanya
ho ho adalah Dia di atas segalanya
Anak menjerit-jerit, asap panas membakar,
lahar dan badai menyapu bersih
Ini bukan hukuman, hanya satu isyarat
bahwa kita mesti banyak berbenah

Memang bila kita kaji lebih jauh
dalam kekalutan masih banyak tangan
yang tega berbuat nista ho ho
Tuhan pasti telah memperhitungkan
amal dan dosa yang kita perbuat
Ke manakah lagi kita 'kan sembunyi?
Hanya kepadaNya kita kembali
Tak ada yang bakal bisa menjawab
Mari hanya runduk sujud padaNya
Du du du du du du du du du ho  ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho
Du du du du du du du du du ho  ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho

Kita mesti berjuang memerangi diri
Bercermin dan banyaklah bercermin
Tuhan ada di sini, di dalam jiwa ini
Berusahalah agar Dia tersenyum
ho ho berusahalah agar Dia tersenyum
Du du du du du du du du du ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho
Du du du du du du du du du ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho
Du du du du du du du du du ho  ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho
Du du du du du du du du du ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho

EBIET ELEGI ESOK PAGI - Ebiet G. Ade


Ijinkanlah kukecup keningmu
bukan hanya ada di dalam angan
Esok pagi, kau buka jendela
'kan kau dapati seikat kembang merah

Engkau tahu, aku mulai bosan
bercumbu dengan bayang-bayang
Bantulah aku temukan diri,
menyambut pagi, membuang sepi

Ijinkanlah aku kenang sejenak perjalanan
ho ho ho
Dan biarkan kumengerti
apa yang tersimpan di matamu
ho ho

Barangkali di tengah telaga
ada tersisa butiran cinta
Dan semoga kerinduan ini
bukan jadi mimpi di atas mimpi

Ijinkanlah aku rindu pada hitam rambutmu
ho ho ho
Dan biarkan 'ku bernyanyi
demi hati yang risau ini
ho ho

Barangkali di tengah telaga
ada tersisa butiran cinta
Dan semoga kerinduan ini
bukan jadi mimpi di atas mimpi

 APAKAH ADA BEDANYA - Ebiet G. Ade


Apakah ada bedanya hanya diam menunggu
dengan memburu bayang-bayang? Sama-sama kosong
Kucoba tuang ke dalam kanvas
dengan garis dan warna-warni yang aku rindui
Apakah ada bedanya bila mata terpejam?
Fikiran jauh mengembara, menembus batas langit
Cintamu telah membakar jiwaku
Harum aroma tubuhmu menyumbat kepala dan fikiranku
Di bumi yang berputar pasti ada gejolak
Ikuti saja iramanya, isi dengan rasa
Di menara langit halilintar bersabung
Aku merasa tak terlindung, terbakar kegetiran
Cinta yang kuberi sepenuh hatiku
Entah yang kuterima aku tak peduli,
aku tak peduli, aku tak peduli
Apakah ada bedanya ketika kita bertemu
dengan saat kita berpisah? Sama-sama nikmat
Tinggal bagaimana kita menghayati
di belahan jiwa yang mana kita sembunyikan
dada yang terluka, duka yang tersayat, rasa yang terluka

CINTAKU KANDAS DI RERUMPUTAN  - Ebiet G. Ade


Aku mulai resah
Menunggu engkau datang
Berpita jingga sepatu hitam
Kau bawa cinta yang ku pesan

Aku mulai ragu
Dengan keberanianku
Berapa cinta kau tawarkan
Berapa banyak yang kau minta

Aku merasa terjebak
Dalam lingkaran membiusku
Namun dorongan jiwa
Tak sanggup ku tahan
Iblis manakah yang merasuk
Aku memilih cara ini
Mungkin kerna ku merasa
Tak punya apa-apa

Dan ketika engkau datang
Aku pejamkan mataku
Samar ku dengar suaramu
Lembut memanggil namaku
Seketika sukmaku melambung
Ku putuskan untuk berlari
Menghindarimu sejauh mungkin
Cintaku kandas di rerumputan

Aku mulai sedar
Cinta tak mungkin ku kejar
Akan ku tunggu, harus ku tunggu
Sampai saatnya giliranku.

MASIH ADA WAKTU  - Ebiet G. Ade


Bila masih mungkin kita menorehkan bakti
atas nama jiwa dan hati tulus ikhlas
Mumpung masih ada kesempatan buat kita
mengumpulkan bekal perjalanan abadi
ho ho ho du du du du du du
du du du du du du du ho ho ho ho
Kita pasti ingat tragedi yang memilukan
Kenapa harus mereka yang terpilih menghadap?
Tentu ada hikmah yang harus kita petik
Atas nama jiwa mari heningkan cipta
Kita mesti bersyukur bahwa kita masih diberi waktu
Entah sampai kapan, tak ada yang bakal dapat menghitung
Hanya atas kasihNya, hanya atas kehendakNya
Kita masih bertemu matahari
Kepada rumpun ilalang, kepada bintang gemintang
Kita dapat mencoba meminjam catatanNya
Sampai kapankah gerangan waktu yang masih tersisa?
Semuanya menggeleng, semuanya terdiam,
semuanya menjawab, "Tak mengerti."
Yang terbaik hanyalah segeralah bersujud
Mumpung kita masih diberi waktu
Kita mesti bersyukur bahwa kita masih diberi waktu
Entah sampai kapan, tak ada yang bakal dapat menghitung
Hanya atas kasihNya, hanya atas kehendakNya
Kita masih bertemu matahari
Kepada rumpun ilalang, kepada bintang gemintang
Kita dapat mencoba meminjam catatanNya
Sampai kapankah gerangan waktu yang masih tersisa?
Semuanya menggeleng, semuanya terdiam,
semuanya menjawab, "Tak mengerti."
Yang terbaik hanyalah segeralah bersujud
Mumpung kita masih diberi waktu
ho ho ho du du du du du du
du du du du du du du ho ho ho ho
ho ho ho du du du du du du
du du du du du du du ho ho ho ho
ho ho ho du du du du du du
du du du du du du du ho ho ho ho
ho ho ho du du du du du du
du du du du du du du ho ho ho ho

KALIAN DENGARKANLAH KELUHANKU  - Ebiet G. Ade


Dari pintu ke pintu
Kucoba tawarkan nama
Demi terhenti tangis anakku
Dan keluh ibunya
Tetapi nampaknya semua mata
Memandangku curiga
Seakan hendak telanjangi
Dan kulit jiwaku
Apakah buku diri ini selalu hitam pekat
Apakah dalam sejarah orang mesti jadi pahlawan
Sedang Tuhan di atas sana tak pernah menghukum
Dengan sorot mata yang lebih tajam dari matahari

Kemanakah sirnanya
Nurani embun pagi
Yang biasanya ramah
Kini membakar hati
Apakah bila terlanjur salah
Akan tetap dianggap salah
Tak ada waktu lagi benahi diri
Tak ada tempat lagi ‘tuk kembali

LAGU UNTUK SEBUAH NAMA  - Ebiet G. Ade


Mengapa jiwaku mesti bergetar
Sedangkan musik pun manis ku dengar
Mungkin kerna ku lihat lagi
Lentik bulu matamu
Bibirmu dan rambutmu yang kau biarkan
Jatuh berderai di keningmu
Makin mengajakku terpana
Kau goreskan gita cinta

Mengapa aku mesti duduk di sini
Sedang engkau tepat di depanku
Mestinya aku berdiri
Berjalan ke depanmu
Ku sapa dan ku nikmati wajahmu
Atau ku isyaratkan cinta
Tapi semua tak ku lakukan
Kata orang, cinta mesti berkorban

Mengapa dadaku mesti berguncang
Bila ku sebutkan namamu
Sedang kau diciptakan bukanlah untukku
Itu pasti, tapi aku tak mau perduli
Sebab cinta bukan mesti bersatu
Biar ku cumbui bayanganmu
Dan ku sandarkan harapanku.

NYAYIAN RINDU  - Ebiet G. Ade


Coba engkau katakan padaku
apa yang seharusnya aku lakukan
bila larut tiba wajahmu terbayang
Kerinduan ini semakin dalam

Gemuruh ombak di pantai Kuta
Sejuk, lembut angin di bukit Kintamani
Gadis-gadis kecil menjajakan cincin
tak mampu mengusir kau yang manis

Bila saja kau ada di sampingku,
sama-sama arungi danau biru
Bila malam mata enggan terpejam
Berbincang tentang bulan merah ho...

Du du du du du du du du du du du du du du du
du du du du du du du du du du du du du du du

Coba engkau dengar lagu ini
Aku yang tertidur dan tengah bermimpi
Langit-langit kamar jadi penuh gambar
wajahmu yang bening, sejuk, segar

Kapan lagi kita akan bertemu
meski hanya sekilas kau tersenyum?
Kapan lagi kita nyanyi bersama?
Tatapanmu membasuh luka, ho...

Du du du du du du du du du du du du du du du
du du du du du du du du du du du du du du du

TITIP RINDU BUAT AYAH - Ebiet G. Ade


Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
Benturan dan hempasan terpahat di keningmu
Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras
namun kau tetap tabah hm...
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia

Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm...
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia

Ayah, ho ho dalam hening sepi kurindu
untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban

Ayah, ho ho dalam hening sepi kurindu
untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban

Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia


0 Response to "KOLEKSI LIRIK POP INDO BAG 2"

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Most Popular